LIMA KONTESTAN DLAS IDOL RAMADAN LOLOS SEMENTARA MENUJU SEMIFINAL

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter

Purbalingga — Program hiburan Ramadan bertajuk DLAS IDOL RAMADAN resmi digelar sepanjang bulan suci Ramadan. Kompetisi menyanyi ini mengusung konsep “genre random”, di mana peserta ditantang membawakan lagu dengan aliran yang ditentukan secara acak saat siaran berlangsung.

Kompetisi ini menarik perhatian karena terbuka untuk peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menampilkan panggung digital yang inklusif, DLAS IDOL RAMADAN juga menghadirkan suasana khas Ramadan lewat jadwal live yang menyesuaikan momen kebersamaan masyarakat: ngabuburit menjelang berbuka puasamalam setelah tarawih, hingga momen sahur.

Siaran langsung dilakukan melalui TikTok DLAS, dengan format interaktif yang memungkinkan penonton ikut meramaikan jalannya kompetisi melalui dukungan, komentar, dan interaksi real-time. Konsep genre random menjadi pembeda utama, karena peserta tidak hanya dituntut punya vokal kuat, tetapi juga fleksibilitas, mental panggung, dan kemampuan adaptasi terhadap lagu yang tidak selalu sesuai “zona nyaman” mereka.

Lima Semifinalis Sementara Lolos ke Babak Berikutnya

Memasuki fase seleksi lanjutan, panitia mengumumkan lima semifinalis sementara yang berhasil lolos ke babak berikutnya. Mereka berasal dari latar daerah yang beragam, memperkuat nuansa kompetisi nasional:

  1. Andika — Nusa Tenggara Timur (NTT)
  2. Halifa — Sulawesi Tengah (Sulteng)
  3. Harry — Pemalang
  4. Maharani — Tangerang
  5. Dinda — Tegal

Kelima nama ini dinilai tampil konsisten dan menonjol dalam berbagai tantangan live, terutama saat harus membawakan genre yang berubah-ubah secara spontan.

Live Ramadan: Dari Ngabuburit, Setelah Tarawih, sampai Sahur

DLAS IDOL RAMADAN dikemas sebagai tontonan yang dekat dengan rutinitas masyarakat selama Ramadan. Siaran ngabuburit menjadi salah satu slot paling ramai, karena penonton bisa menikmati hiburan sambil menunggu waktu berbuka. Sementara slot malam setelah tarawih menghadirkan vibes lebih santai dan intens, dan sesi sahur menjadi ciri khas yang membuat program ini terasa “hidup” di jam-jam tidak biasa.

Panitia menyatakan kompetisi akan terus berjalan hingga penentuan finalis, dengan kejutan tantangan yang tetap mempertahankan tema random sebagai identitas utama acara.