PURWOKERTO – Desa Wisata Lembah Asri Serang (D’LAS) Purbalingga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem pariwisata ramah Muslim dengan menghadiri Talkshow Pariwisata Ramah Muslim dalam rangkaian Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas (SELARAS) x Festival Literasi 2026, Minggu, 6 September 2026, di Area Parkir Kolam Retensi, Jalan Bung Karno, Purwokerto.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto tersebut merupakan bagian dari SELARAS x Festival Literasi 2026 yang berlangsung pada 4–6 September 2026. Talkshow secara khusus diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai konsep serta strategi pengembangan destinasi pariwisata ramah Muslim.
D’LAS Serang Purbalingga hadir melalui jajaran pengelolanya, yaitu Direktur D’LAS Bobby Carrera, GM Marketing Mega Lorenza, serta Kepala Divisi IT dan Digitalisasi Novanda Alim Setya Nugraha. Kehadiran jajaran manajemen tersebut menjadi bagian dari langkah D’LAS untuk memperkuat pengembangan destinasi yang selaras dengan prinsip pelayanan wisata ramah Muslim, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, dan penguatan daya saing desa wisata.
Keikutsertaan D’LAS dalam forum tersebut juga memiliki arti penting setelah Desa Wisata Lembah Asri Serang berhasil masuk dalam 15 besar Desa Wisata Ramah Muslim tingkat nasional tahun 2026, berdasarkan hasil kurasi yang melibatkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Bank Indonesia. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi D’LAS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan Muslim tanpa meninggalkan karakter utama D’LAS sebagai destinasi wisata berbasis alam, masyarakat, dan potensi lokal.
Dalam surat undangan resmi Bank Indonesia Purwokerto, Desa Wisata Lembah Asri Serang (D’LAS) tercantum sebagai salah satu perwakilan desa wisata dari Kabupaten Purbalingga yang diundang untuk mengikuti Talkshow Pariwisata Ramah Muslim. Hal ini memperlihatkan bahwa D’LAS menjadi salah satu destinasi yang terlibat dalam penguatan jejaring pariwisata ramah Muslim di wilayah Banyumas Raya.
Talkshow dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, pukul 13.00–14.30 WIB. Salah satu fokus kegiatan adalah berbagi praktik pengelolaan destinasi yang dapat menjadi referensi dalam penguatan layanan ramah Muslim, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan potensi lokal, serta pembangunan desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Bagi D’LAS, konsep pariwisata ramah Muslim tidak berhenti pada penyediaan fasilitas ibadah. Pengembangannya berkaitan dengan keseluruhan pengalaman wisata, mulai dari kebersihan dan kenyamanan fasilitas, kemudahan beribadah, ketersediaan produk makanan dan minuman halal, pelayanan kepada wisatawan, hingga pengelolaan destinasi secara profesional dan berkelanjutan.
Status sebagai 15 besar Desa Wisata Ramah Muslim tingkat nasional tahun 2026 menjadi momentum bagi D’LAS untuk memperkuat standar pelayanan sekaligus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, Bank Indonesia, pelaku industri halal, komunitas, akademisi, serta pengelola desa wisata lainnya.
D’LAS juga memandang pengembangan pariwisata ramah Muslim sebagai peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi destinasi dan masyarakat Desa Serang. Pengembangan fasilitas, pemasaran digital, produk wisata, ekonomi kreatif, kuliner halal, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia diharapkan berjalan sebagai satu ekosistem yang saling mendukung.
Melalui kehadiran dalam SELARAS 2026, D’LAS menegaskan posisinya sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Purbalingga yang terus bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan wisatawan. Pencapaian di tingkat nasional tersebut sekaligus membawa tanggung jawab bagi pengelola untuk menjaga kualitas, memperkuat inovasi, serta menunjukkan bahwa desa wisata dapat tumbuh melalui pengelolaan profesional dengan tetap berakar pada potensi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Ke depan, D’LAS Serang Purbalingga diharapkan mampu menjadikan capaian 15 besar Desa Wisata Ramah Muslim Indonesia 2026 sebagai pijakan untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus memperkuat posisi Purbalingga dalam peta pengembangan pariwisata ramah Muslim di tingkat nasional.