IWTL Dorong D’LAS Serang Purbalingga Naik Kelas Global melalui Penguatan Sertifikasi Halal dan UMKM Siap Ekspor di ISEF 2026

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter

Pengurus Indonesian Women in Transportation and Logistics (IWTL) mengapresiasi prestasi D’LAS Serang sebagai Top 3 Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan 2026 sekaligus menjajaki kolaborasi strategis dalam pengembangan kapasitas SDM, standardisasi produk halal, dan perluasan akses pasar internasional.

JAKARTA – Pengurus Indonesian Women in Transportation and Logistics (IWTL) melakukan kunjungan ke sejumlah stan pameran dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama para mitra strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional, khususnya melalui pengembangan industri halal, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global. 

Dalam kunjungan tersebut, IWTL diwakili oleh Ibu Paryati S Pel, Kepala Divisi Bidang Transportasi, Logistik, dan Supply Chain Management (SCM), serta Ibu Yuni Astuti, Kepala Divisi Pabean. Keduanya meninjau berbagai stan pameran, dengan perhatian khusus pada stan Desa Wisata Lembah Asri Serang (D’LAS Serang), Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang berpartisipasi dalam program Pariwisata Ramah Muslim (PRM) binaan Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia.

Kunjungan tersebut menjadi ruang dialog mengenai peluang pengembangan desa wisata berbasis ekonomi halal yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi melalui penguatan produk unggulan masyarakat lokal.

Apresiasi Prestasi D’LAS Serang sebagai Top 3 Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan 2026

Pengurus IWTL memberikan apresiasi atas capaian D’LAS Serang yang berhasil menembus Top 3 Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan 2026. Prestasi tersebut dipandang sebagai modal strategis dalam memperkuat posisi D’LAS Serang sebagai destinasi wisata yang berdaya saing, inklusif, serta memiliki potensi pengembangan ekonomi masyarakat berbasis produk halal.

Namun, capaian tersebut perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret agar keberhasilan di sektor pariwisata dapat berdampak lebih luas terhadap peningkatan kualitas dan nilai ekonomi produk UMKM lokal.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian IWTL adalah pentingnya memperkuat standar kualitas produk, kepastian sertifikasi halal, pengemasan, serta kesiapan sistem distribusi dan logistik. Penguatan ini diperlukan agar produk UMKM binaan desa wisata tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang memasuki rantai pasok perdagangan internasional.

Melalui pengalaman dan jejaring profesional di bidang transportasi, logistik, manajemen rantai pasok, dan kepabeanan, IWTL berpotensi memberikan kontribusi dalam membantu UMKM memahami standar dan persyaratan yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor.

Sinergi IWTL, D’LAS Serang, dan Bank Indonesia KPw Purwokerto

Kunjungan tersebut juga membuka peluang penguatan kerja sama antara IWTL, pengelola D’LAS Serang Purbalingga, dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Purwokerto melalui program pembinaan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kolaborasi yang direncanakan akan diarahkan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pendampingan UMKM secara berkelanjutan, terutama dalam mempersiapkan produk-produk lokal agar memenuhi standar mutu, legalitas, sertifikasi halal, dan persyaratan perdagangan lintas negara.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat program fasilitasi sertifikasi halal yang telah dilaksanakan Bank Indonesia KPw Purwokerto, dengan capaian fasilitasi terhadap 75 produk UMKM halal.

Capaian tersebut merupakan fondasi penting untuk melanjutkan pembinaan ke tahap yang lebih maju, yaitu peningkatan kualitas produksi, standardisasi kemasan, pengembangan merek, penguatan manajemen rantai pasok, hingga kesiapan memasuki pasar ekspor.

Melalui inisiasi program pengabdian bersama, IWTL diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pelaku UMKM dengan pengetahuan praktis mengenai prosedur ekspor, regulasi kepabeanan, efisiensi distribusi, dan pengelolaan logistik perdagangan internasional.

Membangun Ekosistem UMKM Halal yang Berdaya Saing Internasional

Pengembangan UMKM menuju pasar global memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, namun kesiapan ekspor juga menuntut konsistensi kualitas produk, kapasitas produksi, kelengkapan dokumen, kepatuhan terhadap regulasi negara tujuan, serta efektivitas jaringan distribusi.

Oleh karena itu, kolaborasi antara organisasi profesi, pengelola desa wisata, lembaga pembina, dan pelaku UMKM menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat ISEF 2026 dalam mendorong penguatan rantai nilai halal, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar melalui kolaborasi lintas sektor.

Lebih jauh, keterlibatan IWTL diharapkan dapat memperkuat kontribusi profesional perempuan dalam mendukung transformasi ekonomi lokal, khususnya melalui transfer pengetahuan, pendampingan teknis, dan pengembangan jejaring usaha yang berorientasi pada pasar nasional maupun internasional.

Dari Desa Wisata Unggulan Menuju Pusat Pertumbuhan UMKM Halal Berorientasi Ekspor

Keberhasilan D’LAS Serang meraih posisi Top 3 Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan 2026 diharapkan menjadi titik awal pengembangan model pemberdayaan ekonomi desa wisata yang semakin komprehensif.

Tidak hanya dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Purbalingga, D’LAS Serang juga diharapkan dapat berkembang menjadi pusat promosi, inkubasi, dan pemasaran produk UMKM halal yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Kolaborasi yang diinisiasi IWTL bersama D’LAS Serang dan Bank Indonesia KPw Purwokerto menjadi peluang untuk mempertemukan potensi ekonomi lokal dengan keahlian profesional di bidang transportasi, logistik, manajemen rantai pasok, dan kepabeanan.

Dengan penguatan kualitas produk, sertifikasi halal, kapasitas SDM, dan kesiapan ekspor, UMKM D’LAS Serang Purbalingga diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga melangkah menjadi bagian dari rantai nilai halal global.